Sansevieria

image

Di Indonesia, penelitian belum banyak dilakukan. "Referensi data dari penelitian yang dilakukan NASA," kata Dr.Ir. Budhi Priyanto. MSc., Koordinator Program Balai Teknologi Lingkungan, BPPT. Dari penelitian yang dilakukan NASA, prihal tanaman indoor penyerap polusi, munculbeberapa jenis tanaman yang mampu menyerap racun di udara dalam ruangan, diantaranya tanaman sansevieria, di Indonesia lebih dikenal dengan sebutan lidah mertua.

Sansevieria efektif menyerap benzena, formaldehid, trichloroethylen. Prihal mekanismenya, German National Research Center for Environment and Health melacak jejak senyawa racun di dalam tanaman. Fokus penelitian pada Formaldehid, senyawa racun indoor terbanyak.

Hasil penelitian itu menunjukkan bahwa enzim dalam daun menguraikan senyawa racun menjadi senyawa tak beracun yang bisa dimanfaatkan oleh tanaman itu sendiri. Menurut riset kemampuan menyerap racun sebanyak 0,938 mg/jam. Di dalam tiap helai daun sansevieria terhadap senyawa aktif pregnane glycoside, yaitu zat yang mampu menguraikan zan beracun menjadi senyawa asam organik, gula, dan beberapa asam amino. Beberapa senyawa beracun yang bisa diuraikan di antaranya benzena, kloroform, xylen, formaldeheid dan trichloroetylen. Kloroform adalah senyawa beracun yang menyerang sistem saraf manusia, jantung, hati, paru-paru dan ginjal, melalui sistem pernafasan dan sirkulasi darah. Sebagai tanaman hias indoor, sansevieria bisa mengatasi sick building syndrome, yaitu keadaan ruangan yang tidak sehat akibattingginya konsentrasi gas karbondioksida, zat Nikotin dari asap rokok, dan penggunaan AC dalam ruangan.

image

Satu pot tanaman Sansevieria Trafaciata 'lorentii' dewasa berdaun 4 - 5 helai dapat menyegarkan kembali udara dalam ruangan seluas 20 m2.

Dengan kemampuan ini pula, ibu rumah tangga yang sering beraktifitas di dapur dapat menyegarkan udara dengan menyerap gas karbondioksida dan monoksida sisa pembakaran dari kompor.